KATA KATA MOTIVASI PUITIS
1. "Aku sedih bukan karena aku miskin. Aku sedih karena banyak sekali orang yang malu mengakui miskin. Banyak sekali orang bertambah miskin karena selalu berusaha agar tidak tampak miskin".
2. "Jangan melihat hujan dari apa yang jatuh, tapi pada apa yang akan tumbuh".
3. "Karena yang manis pun bisa membuat sakit dan menderita".
4. "Tanpa cinta, kemerdekaan hanya laut hampa, langit yang tak punya cakrawala!"
4. "Mencintaimu merupakan caraku berdoa setiap hari, Untuk semua kebahagiaan kita."
5. "Kalau orang biasa sinis, akan dianggap nyinyir. Tapi kalau filsuf sinis, itu disebut kritis".
6. "Tak ada yang bisa menghapus kesedihan bukan, bahkan, ketika kesedihan itu telah menjelma kristal".
7. "Takdir memang selalu punya cara yang tak terduga agar selalu tampak mengejutkan".
8. "Jangan terlalu berlebihan menikmati apa pun. Di luar sana, senja telah benar-benar raib".
9. "Mari seduh lagi sedih pada secangkir kopi ini. Tak ada cinta yang pergi, ia hanya tak ingin kembali".
10. "Seseorang akan benar-benar menikmati pengembaraan ketika ia telah benar-benar terbebas dari bayangan pulang".
1. "Barangkali, sekarang ini kebahagiaan memang seperti minyak tanah. Tidak semua orang dengan gampang mendapatkannya".
12. "Benarkah masih ada keindahan yang begitu menakjubkan di tengah dunia yang telah berubah menjadi tempat pembantaian?"
13. "Duka hanyalah mentega yang meleleh di penggorengan panas".
14. "Laki-laki romantis adalah laki-laki yang bisa membuat perempuan tertawa".
15. "Kami sering mendengar kota-kota yang lenyap dari peradaban, runtuh tertimbun waktu. Semua itu terjadi bukan karena semata-mata seluruh bangunan kota itu hancur, tetapi lebih karena kota itu tak lagi hidup dalam jiwa penghuninya".
16. "Aku akan menjadi kopimu, yang rela mengendap sebagai kepedihanmu; yang sabar menghangatkan kesedihanmu. Biarkan harum tubuhku, menenangkan jiwamu".
17. "Entah kenapa, aku ingin membelikanmu jaket yang setiap kali kaupakai, akan juga menghangatkan kerinduanku".
18. "Bila maaf umpama pintu, di hatiku engkau bisa masuk, tanpa perlu mengetuknya lebih dulu".
19. "Bukan kematian benar yang menakutkan, tetapi cara bagaimana kita matilah yang membuat kita ngeri".
20. "Bunga keabadian yang tumbuh dari duka abadi."
21. "Cintaku, dengan hati sendu kukisahkan cerita-cerita ini kepadamu."
22. "Perpisahan bukan hanya soal merelakan tapi juga bertahan mencinta dari kejauhan."
23. "Semua jalan yang kita lalui, membawa kita pada rumah akhirnya. Jarak dan waktu akan kita kekalkan sebagai rindu".
24. "Tak perlu air mata untuk kehilangan karena cinta mengajari kita untuk tak pernah memiliki apa-apa selain kecemasan".
25. "Bersedih secukupnya agar kau masih bisa bahagia".
26. "Siapa pun yang pernah patah hati pasti mengerti bagaimana belajar merawat nyeri."
27. "Kau seperti gerimis di luar jendela. Kesedihan ternyata bisa terasa sederhana saat kau tak ada."
28. "Aku akan selalu mengingat pagi bening suara cangkir berdenting dalam hening gemercik air dituang, juga ciuman lembut yang membangunkan dari perasaan sia-sia.
29. "Secangkir kopi mengajari menikmati rasa pahit tanpa rasa benci."
30. "Di ingatanku, engkau daun yang tak pernah mampu digugurkan oleh musim."
31. "Untuk apa manusia membuat jam bila bahagia dan kesedihan tak pernah tepat waktu".
32. "Sajak ini doa, tangan yang menampung luka, yang menjagamu agar kau tak merasa sendirian dan ditinggalkan".
33. "Melupakanmu hanyalah caraku menipu rasa sakit".
34. Sedekat inikah kita, cinta. Setiap bersedih, kau berteduh dalam air mataku".
35. Di bawah senja, tubuhku menjelma lapangan kosonh. Hanya ada kau, berdiri di tengah-tengahnya, memandang bahagia".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar